- BGN mewacanakan pelaksanaan MBG di sekolah Indonesia di Arab Saudi.
- Program akan menyasar sekitar 1.408 siswa di Jeddah dan Makkah.
- Realisasi program masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan koordinasi lanjutan lintas kementerian.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjajaki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah Indonesia di Arab Saudi. Rencana tersebut muncul setelah Kepala BGN, Dadan Hindayana, melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah pada akhir Minggu (31/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dadan melihat langsung kondisi sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak warga negara Indonesia, termasuk keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Menurutnya, banyak siswa di sekolah Indonesia yang mengikuti perkembangan program MBG di Tanah Air dan berharap dapat merasakan manfaat yang sama seperti pelajar di Indonesia. Karena itu, BGN mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk menghadirkan program tersebut di Arab Saudi.
Baca juga: Semua Sekolah Wajib Ajarkan Bahasa Prancis, Ini Alasannya!
Sasar Sekolah Indonesia di Jeddah dan Makkah
Dalam tahap awal, program MBG direncanakan menyasar siswa di Sekolah Indonesia Jeddah dan Sekolah Indonesia Makkah. Jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 1.408 siswa, dengan rincian 1.008 siswa berada di Sekolah Indonesia Jeddah dan sekitar 400 siswa di Makkah.
BGN juga menyebut bahwa perluasan implementasi MBG hingga menjangkau WNI di luar negeri akan memberikan manfaat yang lebih besar, khususnya bagi anak-anak diaspora Indonesia yang juga merupakan generasi penerus bangsa.
Masih Menunggu Persetujuan Presiden
Meski demikian, rencana tersebut belum diputuskan secara final. BGN masih akan melaporkan hasil kajian dan kunjungan lapangan tersebut kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dadan juga mengungkapkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari mekanisme pendanaan, pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga koordinasi lintas kementerian dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
Tantangan Biaya dan Pelaksanaan
Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan MBG di Arab Saudi adalah tingginya biaya bahan pangan dan operasional dibandingkan di Indonesia. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran harian untuk program tersebut dapat mencapai lebih dari Rp132 juta apabila diterapkan kepada seluruh siswa sasaran.
Karena itu, pemerintah masih melakukan pembahasan terkait skema pendanaan, pengawasan, serta mekanisme lainnya agar program dapat berjalan efektif apabila nantinya mendapat persetujuan.
Proyek MBG Pertama di Luar Negeri
Apabila mendapat lampu hijau dari Presiden, maka Sekolah Indonesia di Arab Saudi akan menjadi lokasi pertama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di luar wilayah Indonesia.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia di luar negeri tetap mendapatkan perhatian dan akses yang sama terhadap program nasional. Menurut kalian gimana, nih, apakah program MBG perlu diperluas hingga menjangkau siswa Indonesia di luar negeri?
Hanadia Syahidah