Lafa Pratomo Masuk Daftar Asia’s Top 10 Most Inspiring Music Producers!

  • Bayu Dewantara

Industri musik Indonesia kembali unjuk gigi di kancah internasional. Kali ini, nama Lafa Pratomo resmi dinobatkan sebagai salah satu dari Asia's Top 10 Most Inspiring Music Producers versi Top 10 Asia. Pencapaian ini membuktikan kalau kualitas produser musik kita sudah berada di level yang sangat diperhitungkan di Asia.


Kalau kamu asing dengan namanya, kamu pasti nggak asing dengan karya-karyanya. Sosok kunci di balik kesuksesan lagu "Tak Ada Ujungnya" milik Rony Parulian yang sudah menembus lebih dari 200 juta streams di Spotify. Nggak cuma itu, ia juga orang di balik viralnya lagu "Rayuan Perempuan Gila" dari Nadin Amizah yang mencapai angka fantastis 288 juta streams. Keren banget, kan?

Arsitek di Balik Syaip Studio

Membangun Syaip Studio sejak tahun 2014, Lafa Pratomo bukan sekadar musisi biasa. Ia dikenal sebagai "arsitek emosi" yang mampu mengubah suara mentah menjadi narasi yang mendalam. Bagi Lafa, memproduseri musik bukan cuma soal alat yang mahal atau riff yang catchy, tapi tentang proses kolaborasi yang inklusif dan memberikan kekuatan bagi sang artis.

Kekuatan utama Lafa ada pada deep trust antara dirinya dan musisi. Ia percaya kalau karya yang paling beresonansi adalah karya yang punya "napas" dan cerita yang jujur. Nggak heran kalau sentuhan tangan dinginnya selalu berhasil bikin pendengar merasa "relate" dengan lagu yang ia garap.

Sang Eksentrik yang Serba Bisa

Yang bikin Lafa makin spesial adalah versatilitasnya. Ia nggak cuma jago bikin lagu puitis ala Nadin Amizah atau Hindia dan Sal Priadi. Lafa juga sukses memoles energi surf-rock dari The Panturas lewat album Ombak Banyu Asmara (2021).

Bahkan, ia nggak ragu untuk bereksplorasi ke sisi gelap dan eksperimental bareng Avath di album Ephemeral Passage (2025). Dengan menyeimbangkan musikalitas modern dan sentuhan personal yang autentik, Lafa Pratomo terus membentuk ulang lanskap musik Asia menjadi lebih berwarna.

Pencapaian masuk ke jajaran Top 10 Asia ini jadi bukti kalau kerja keras dan idealisme dalam berkarya bisa membawa seseorang terbang jauh.