Kasus di Kapal Pesiar: Wabah hantavirus di kapal MV Hondius menjadi sorotan setelah menimbulkan korban jiwa dan pelacakan lintas negara.
Beda dengan Covid-19: WHO memastikan hantavirus tidak memiliki pola penyebaran cepat seperti pandemi Covid-19.
Penularan Terbatas: Hantavirus umumnya berasal dari hewan pengerat dan sulit menular antar manusia.
Risiko Penularan: WHO menilai risiko kesehatan masyarakat global hingga saat ini tetap tergolong rendah.
Baru-baru ini kabar mengenai hantavirus belakangan ini membuat banyak masyarakat khawatir akan kemungkinan munculnya pandemi baru seperti COVID-19. Kekhawatiran tersebut muncul setelah adanya laporan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan beberapa penumpang jatuh sakit hingga meninggal dunia.
Hantavirus Bukan Virus Baru
Hantavirus sebenarnya bukan virus baru. Kabarnya, virus ini telah dikenal sejak lama dan umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan biasanya terjadi akibat kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Dalam kasus terbaru ini di kapal pesiar MV Hondius, WHO menyebut wabah yang terjadi diduga berkaitan dengan jenis Andes virus, salah satu varian hantavirus yang ditemukan di Amerika Latin.
Mengapa Hantavirus Dinilai Tidak Seperti Pandemi COVID-19?
WHO menegaskan bahwa hantavirus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibanding virus corona penyebab Covid-19. Jika Covid-19 dapat menyebar dengan sangat cepat melalui udara dan kontak sehari-hari, hantavirus tidak memiliki pola penularan seperti itu. Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi, Maria Van Kerkhove, bahkan menegaskan bahwa situasi saat ini bukanlah awal pandemi baru.
Menurut WHO, penularan antar manusia pada hantavirus sangat terbatas dan biasanya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama, misalnya di lingkungan keluarga atau tenaga kesehatan yang merawat pasien.
WHO juga menyebut sebagian besar jenis hantavirus bahkan tidak menular antar manusia sama sekali. Hal inilah yang membuat risiko penyebaran massal dinilai jauh lebih rendah dibanding COVID-19. Selain itu, wabah terbaru terjadi dalam lingkungan yang cukup tertutup, yakni kapal pesiar, sehingga pelacakan kontak dan pengawasan dinilai lebih mudah dilakukan.
Update mengenai Kapal Pesiar di MV Hondius
Menurut laporan WHO, hantavirus di kapal pesiar tersebut memakan korban yang tercatat:
- 2 kasus terkonfirmasi di laboratorium
- 5 kasus diduga sudah teridentifikasi
- 3 orang meninggal dunia
Saat ini, kabarnya kapal pesiar tersebut diketahui tengah menuju Kepulauan Canaria di Spanyol. WHO juga telah memberi pemberitahuan kepada 12 negara yang warganya sempat turun dari kapal saat singgah di Saint Helena, termasuk Singapore dan Amerika Serikat.
Meski kapal masih melanjutkan perjalanan, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah. Risiko penularan terhadap warga di Kepulauan Canaria yang menjadi tujuan berikutnya pun disebut tergolong tetap kecil.
Pemerintah Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan
Di Indonesia sendiri, pemerintah terus memantau perkembangan wabah hantavirus internasional. Meski belum ada indikasi ancaman besar di dalam negeri, kewaspadaan tetap ditingkatkan sebagai langkah antisipasi.
Kabarnya, pemerintah juga tengah menyiapkan perangkat skrining agar deteksi Hantavirus dapat dilakukan lebih cepat. Salah satu cara yang rencananya bakal dilakukan ialah dengan penggunaan rapid test ataupun reagen PCR seperti pandemi Covid-19.
Meskipun WHO menilai virus ini tidak berbahaya seperti Covid-19, sejumlah pihak kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas kesehatan dunia maupun pemerintah Indonesia.
Hanadia Syahidah