Thomas Cup, kejuaraan bulu tangkis beregu putra tingkat dunia yang digelar setiap dua tahun sekali, menjadi ajang paling sukses bagi Indonesia di kancah internasional. Indonesia bahkan sudah berpartisipasi sejak tahun 1958 dan langsung berhasil membawa pulang gelar juara.
Tim Indonesia Tersukses di Thomas Cup
Indonesia merupakan peraih gelar juara terbanyak dalam sejarah Thomas Cup. Total, Indonesia telah mengoleksi 14 gelar juara, yakni pada tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020 (2021).
Catatan ini mengungguli Tiongkok yang mengoleksi 11 gelar, serta Malaysia dengan lima gelar. Tak hanya itu, Indonesia juga berhasil meraih posisi runner-up sebanyak delapan kali dan hanya satu kali menempati posisi ketiga. Konsistensi ini menjadikan Tim Merah Putih sebagai kekuatan dominan dalam sejarah Thomas Cup.
Lahirkan Para Legenda Bulu Tangkis
Kesuksesan Indonesia di Thomas Cup tidak lepas dari kontribusi para legenda bulu tangkis.
Pada tahun 1958, Ferry Sonneville dan Tan Joe Hok menjadi pilar utama yang membawa Indonesia meraih gelar perdana. Memasuki era 1970-an, dominasi Indonesia dilanjutkan oleh Rudy Hartono dan Liem Swie King.
Rudy Hartono sukses mempersembahkan empat gelar Thomas Cup (1970, 1973, 1976, 1979) dan dikenal sebagai legenda dengan delapan gelar juara All England. Sementara itu, Liem Swie King turut membawa Indonesia juara pada 1976, 1979, dan 1984. Dikenal dengan julukan “King Smash”, ia bahkan sempat mengalahkan Rudy Hartono di final All England 1976.
Memasuki era 1990-an, Indonesia kembali memiliki duet kuat di sektor tunggal putra, yaitu Ardy B. Wiranata dan Hariyanto Arbi. Keduanya dikenal sebagai rival di lapangan, dengan Ardy yang bermain defensif dan Hariyanto dengan “Smash 100 Watt”-nya. Mereka berhasil menjaga dominasi Indonesia di era tersebut.
Di awal 2000-an, Taufik Hidayat menjadi salah satu sosok penting yang mempersembahkan gelar Thomas Cup pada 2000 dan 2002. Dengan backhand smash yang khas, Taufik menjadi ikon bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Setelah sempat puasa gelar selama 19 tahun, Indonesia akhirnya kembali menjadi juara pada Thomas Cup 2021. Saat itu, Indonesia mengalahkan Tiongkok dengan skor telak 3-0. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sukses menyumbang poin di sektor tunggal, sementara pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memastikan kemenangan di sektor ganda.
Gelar tersebut menjadi trofi ke-14 bagi Indonesia dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai negara tersukses dalam sejarah Thomas Cup.
Catatkan Sejarah di Thomas Cup 2026
Pada Thomas Cup 2026, Tim Merah Putih justru mencatatkan sejarah yang kurang membanggakan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1958, Indonesia tersingkir di fase grup.
Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbangkan kemenangan. Harapan kemudian bertumpu pada sektor ganda putra saat menghadapi Prancis.
Namun hasil yang didapat justru di luar dugaan. Pasangan Sabar/Reza harus mengakui keunggulan Eloi Adam/Leo Rossi, meski sebelumnya selalu menang dalam pertemuan mereka. Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.
Secara keseluruhan, Indonesia mencatatkan sembilan kemenangan dan enam kekalahan, yang menempatkan mereka di posisi ketiga Grup D. Thailand berada di posisi pertama dengan 11 kemenangan dan empat kekalahan, disusul Prancis di posisi kedua dengan 10 kemenangan dan lima kekalahan.
Hasil ini menandai titik terendah baru bagi Indonesia dalam sejarah keikutsertaannya di Thomas Cup.
Rosifumi Sayyidina