Apple Punya Gadget yang Paling Ramah Lingkungan

  • Muhammad Gustirha Yunas

Apple terus menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan lewat berbagai inovasi dalam proses produksi dan desain produknya. Dalam laporan tahunan Environmental Progress Report 2025, perusahaan ini mengungkap bahwa rata-rata 30% material yang digunakan pada seluruh perangkatnya berasal dari bahan daur ulang.

Bahkan, beberapa komponen penting sudah sepenuhnya menggunakan material hasil daur ulang. Misalnya, baterai kini memakai 100% kobalt daur ulang, magnet menggunakan elemen tanah jarang daur ulang sepenuhnya, dan papan sirkuit dilapisi emas serta timah hasil daur ulang.

Selain itu, Apple juga mulai meninggalkan plastik dalam kemasan produknya. Semua perangkat terbaru kini dikemas menggunakan bahan berbasis serat yang bisa didaur ulang langsung oleh pengguna di rumah, sehingga mengurangi limbah secara signifikan.

Menariknya, dari seluruh lini produk Apple, bukan iPhone yang menjadi paling “hijau”. Perangkat yang menempati posisi tersebut adalah MacBook Neo. Laptop ini tercatat menggunakan sekitar 60% material daur ulang secara keseluruhan, angka tertinggi di antara produk Apple lainnya.

Tak hanya dari sisi material, proses produksinya juga lebih efisien. Apple mengembangkan teknik pembentukan aluminium baru yang mampu mengurangi penggunaan bahan mentah hingga setengah dibanding metode konvensional.

Perusahaan juga melakukan inovasi dalam penggunaan air. Melalui proses anodisasi terbaru, hingga 70% air bisa digunakan kembali, menjadikan sistem produksi lebih hemat dan mendekati konsep sirkular.

Sepanjang 2025, Apple dan mitranya berhasil menghemat sekitar 17 miliar galon air bersih, serta mengganti lebih dari separuh air yang digunakan dalam operasional global mereka.

Di sisi energi, para pemasok Apple telah memanfaatkan lebih dari 20 gigawatt energi terbarukan.

Sementara itu, fasilitas milik Apple sendiri, termasuk kantor, toko, dan pusat data, juga telah sepenuhnya menggunakan energi bersih dengan tambahan kapasitas listrik yang terus meningkat.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari target besar Apple untuk menciptakan rantai produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.